Thursday, November 1, 2012

Sejarah Studi Islam Di Indonesia


A. Periode Masuknya Islam ke Indonesia
Pendidikan Islam di Indonesia sudah berlangsung sejak masuknya Islam di Indonesia. Agama islam datang ke Indonesia dibawa oleh pedagang-pedagang dari Gujarat, disiarkan secara damai tanpa paksaan, kekerasan atau perang. Dalam penyiaran islam pada tahun-tahun permulaan dilakukan oleh pemuka masyarakat yang dikenal dengan sebutan para wali.Para wali inilah yang berjasa mengembangkan agama islam, terutama di pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan wali songo.
Kegiatan pendidikan Islam tersebut merupakan pengalaman dan pengetahuan yang penting bagi kelangsungan perkembangan Islam dan umat Islam, baik secara kuantitas maupun kualitas. Pendidikan Islam itu bahkan menjadi tolak ukur, bagaimana Islam dan umatnya telah memainkan perananya dalam berbagai aspek sosial, politik, budaya.
Pada tahap awal pendidikan islam dimulai dari kontak-kontak mubaligh (pendidik) dengan peserta didiknya. Setelah komunitas muslim terbentuk di suatu daerah tersebut tentu mereka membangun tempat peribadatan dalam hal ini disebut masjid. Masjid merupakan lembaga pendidikan Islam yang pertama muncul disamping tempat kediaman ulama dan mubaligh. Setelah itu muncullah lembaga-lembaga pendidikan lainnya seperti pesantren, dayah, ataupun surau. Nama-nama tersebut walaupun berbeda tetapi hakikatnya sama yakni sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan keagamaan. Perbedaan nama itu adalah dipengaruhi oleh perbedaan tempat.
Inti dari pendidikan pada masa awal tersebut adalah ilmu-ilmu keagamaan yang dikonsentrasikan dengan membaca kitab-kitab klasik. Kitab-kitab klasik menjadi  ukuran bagi tinggi rendahnya ilmu keagamaan seseorang.
Sejarah Pendidikan Islam dimulai sejak agama Islam masuk ke Indonesia yang oleh sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa awal mula masuknya di pulau Suamtera bagian utara di daerah Aceh. Artinya, sejarah pendidikan Islam sama tuanya dengan masuknya agama Islam keIndonesia. Hal ini disebabkan karena pemeluk agama baru tersebut sudah tentu ingin mempelajari dan mengetahui lebih dalam tentang ajaran-ajaran Islam. Ingin pandai sholat, berdoa dan membaca al-Quran yang menyebabkan timbulnya proses belajar, meskipun dalam pengertian yang amat sederhana.
Dari sinilah mulai timbul pendidikan Islam, dimana pada mulanya mereka belajar di rumah-rumah, langgar/surau, masjid kemudian berkembang menjadi pondok pesantren. Setelah itu baru timbul sistem madrasah yang teratur sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.
Kendatipun pendidikan Islam dimulai sejak pertama Islam itu sendiri menancapkan dirinya di kepulauan nusantara, namun secara pasti tidak dapat diketahui bagaimana cara pendidikan pada masa permulaan Islam di Indonesia, seperti tentang buku yang dipakai, pengelolanya dan sistemnya. Yang dapat dipastikan hanyalah pendidikan Islam pada waktu itu telah ada, tetapi dalam bentuk yang sangat sederhana.
B.     Periode Pengembangan Melalui Proses Adaptasi
Pada tahap awal pendidikan islam, pendidikan berlangsung secara informal. Disinilah para Muballigh banyak berperan, yaitu dengan  memberikan contoh teladan dalam sikap hidup mereka sehari-hari. Para Muballigh itu menunjukan akhlaqul karimah, sehingga masyarakat yang menjadi tertarik untuk memeluk agama islam dan mencontoh perilaku mereka.
Didalam sejarah islam, sejak zaman Nabi Muhammad SAW, rumah-rumah  ibadah difungsikan sebagai tempat pendidikan. Dengan demikian, masjid berfungsi sebagai tempat pendidikan adalah merupakan suatu keharusan di kalangan masyarakat muslim.
Adanya masjid tersebut dapat pula dipastikan bahwa mereka menggunakannya untuk melaksanakan proses pendidikan islam, dan sejak saat itu pula mulai berlangsungnya pendidikan non formal.
Selain itu, penyebaran Islam juga dilakukan melalui hubungan perdagangan di luar Nusantara hal ini, karena para penyebar dakwah atau mubaligh merupakan utusan dari pemerintahan Islam yang datang dari luar Indonesia, maka untuk menghidupi diri dan keluarga mereka, para mubaligh ini bekerja melalui cara berdagang, para mubaligh inipun menyebarkan Islam kepada para pedagang dari penduduk asli, hingga para pedagang ini memeluk Islam dan meyebarkan pula ke penduduk lainnya, karena umumnya pedagang dan ahli kerajaanlah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut[2]. Dan dengan demikian masyarkat atau rakyatnya memeluk agama Islam seperti yang terjadi pada beberapa kerjaaan, yaitu Kerajaan Samudra pasai, Perlak, Aceh Darussalam, dan Maluku, dan beberapa kerajaan lainnya.
C.    Periode Kerajaan Islam
1.      Kerajaan Islam di Aceh

a)      Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Samudra Pasai, yang didirikan pada abad ke-10 M dengan raja pertamanya Malik Ibrahim bin Mahdum. Yang kedua bernama Al-Malik Al-Shaleh dan yang terakhir bernama Al-Malik Sabar Syah (tahun 1444 M/ abad ke-15 H).
Pada tahun 1345, Ibnu Batutah dari Maroko sempat singgah di Kerajaan Pasai pada zaman pemerintahan Malik Az-Zahir, raja yang terkenal alim dalam ilmu agama dan bermazhab Syafi’i, mengadakan pengajian sampai waktu sholat Ashar dan fasih berbahasa Arab serta mempraktekkan pola hidup yang sederhana.
Keterangan Ibnu Batutah tersebut dapat ditarik kesimpulan pendidikan yang berlaku di zaman kerajaan Pasai sebagai berikut:
Materi pendidikan dan pengajaran agama bidang syari’at adalah Fiqh mazhab Syafi’i
Sistem pendidikannya secara informal berupa majlis ta’lim dan halaqoh
Tokoh pemerintahan merangkap tokoh agama
Biaya pendidikan bersumber dari negara.
Pada zaman kerajaan Samudra Pasai mencapai kejayaannya pada abad ke-14 M, maka pendidikan juga tentu mendapat tempat tersendiri. Mengutip keterangan Tome Pires, yang menyatakan bahwa “di Samudra Pasai banyak terdapat kota, dimana antar warga kota tersebut terdapat orang-orang berpendidikan”.
Menurut Ibnu Batutah, Pasai pada abad ke-14 M, sudah merupakan pusat studi Islam di Asia Tenggara, dan banyak berkumpul ulama-ulama dari negara-negara Islam. Ibnu Batutah menyatakan bahwa Sultan Malikul Zahir adalah orang yang cinta kepada para ulama dan ilmu pengetahuan. Bila hari jum’at tiba, Sultan sembahyang di Masjid menggunakan pakaian ulama, setelah sembahyang mengadakan diskusi dengan para alim pengetahuan agama, antara lain: Amir Abdullah dari Delhi, dan Tajudin dari Ispahan. Bentuk pendidikan dengan cara diskusi disebut Majlis Ta’lim atau halaqoh. Sistem halaqoh yaitu para murid mengambil posisi melingkari guru. Guru duduk di tengah-tengah lingkaran murid dengan posisi seluruh wajah murid menghadap guru.
b)      Kerajaan Perlak
Kerajaan Islam kedua di Indonesia adalah Perlak di Aceh. Didirikan pada 1 Muharram 225 H atau 12 November 839 M[6]. Rajanya yang pertama Sultan Alaudin (tahun 1161-1186 H/abad 12 M). Antara Pasai dan Perlak terjalin kerja sama yang baik sehingga seorang Raja Pasai menikah dengan Putri Raja Perlak. Perlak merupakan daerah yang terletak sangat strategis di Pantai Selat Malaka, dan bebas dari pengaruh Hindu.
Kerajaan Islam Perlak juga memiliki pusat pendidikan Islam Dayah Cot Kala. Dayah disamakan dengan Perguruan Tinggi, materi yang diajarkan yaitu bahasa Arab, tauhid, tasawuf, akhlak, ilmu bumi, ilmu bahasa dan sastra Arab, sejarah dan tata negara, mantiq, ilmu falaq dan filsafat. Daerahnya kira-kira dekat Aceh Timur sekarang. Pendirinya adalah ulama Pangeran Teungku Chik M.Amin, pada akhir abad ke-3 H, abad 10 M. Inilah pusat pendidikan pertama.
Rajanya yang ke enam bernama Sultan Mahdum Alaudin Muhammad Amin yang memerintah antara tahun 1243-1267 M, terkenal sebagai seorang Sultan yang arif bijaksana lagi alim. Beliau adalah seorang ulama yang mendirikan Perguruan Tinggi Islam yaitu suatu Majlis Taklim tinggi dihadiri khusus oleh para murid yang sudah alim. Lembaga tersebut juga mengajarkan dan membacakan kitab-kitab agama yang berbobot pengetahuan tinggi, misalnya kitab Al-Umm karangan Imam Syafi’i.Dengan demikian pada kerajaan Perlak ini proses pendidikan Islam telah berjalan cukup baik.
c)      Kerajaan Aceh Darussalam
Proklamasi kerajaan Aceh Darussalam adalah hasil peleburan kerajaan Islam Aceh di belahan Barat dan Kerajaan Islam Samudra Pasai di belahan Timur. Putra Sultan Abidin Syamsu Syah diangkat menjadi Raja dengan Sultan Alaudin Ali Mughayat Syah (1507-1522 M).
Bentuk teritorial yang terkecil dari susunan pemerintahan Kerajaan Aceh adalah Gampong (Kampung), yang dikepalai oleh seorang Keucik dan Waki (wakil). Gampong-gampong yang letaknya berdekatan dan yang penduduknya melakukan ibadah bersama pada hari jum’at di sebuah masjid merupakan suatu kekuasaan wilayah yang disebut mukim, yang memegang peranan pimpinan mukim disebut Imeum mukim. Jenjang pendidikan yang ada di Kerajaan Aceh Darussalam diawali pendidikan terendah Meunasah (Madrasah). Yang berarti tempat belajar atau sekolah, terdapat di setiap gampong dan mempunyai multi fungsi antara lain:
Sebagai tempat belajar Al-Qur’an
Sebagai Sekolah Dasar, dengan materi yang diajarkan yaitu menulis dan membaca huruf Arab, Ilmu agama, bahasa Melayu, akhlak dan sejarah Islam.
Fungsi lainnya adalah sebagai berikut:
Sebagai tempat ibadah sholat 5 waktu untuk kampung itu.
Sebagai tempat sholat tarawih dan tempat membaca Al-Qur’an di bulan puasa.
Tempat kenduri Maulud pada bulan Maulud.
Tempat menyerahkan zakat fitrah pada hari menjelang Idhul Fitri atau bulan puasa
Tempat mengadakan perdamaian bila terjadi sengketa antara anggota kampung.
Tempat bermusyawarah dalam segala urusan
Letak meunasah harus berbeda dengan letak rumah, supaya orang segera dapat mengetahui mana yang rumah atau meunasah dan mengetahui arah kiblat sholat.
Selanjutnya sistem pendidikan di Dayah (Pesantren) seperti di Meunasah tetapi materi yang diajarkan adalah kitab Nahwu, yang diartikan kitab yang dalam Bahasa Arab, meskipun arti Nahwu sendiri adalah tata bahasa (Arab).
Dayah biasanya dekat masjid, meskipun ada juga di dekat Teungku yang memiliki dayah itu sendiri, terutama dayah yang tingkat pelajarannya sudah tinggi. Oleh karena itu orang yang ingin belajar nahwu itu tidak dapat belajar sambilan, untuk itu mereka harus memilih dayah yang agak jauh sedikit dari kampungnya dan tinggal di dayah tersebut yang disebut Meudagang. Di dayah telah disediakan pondok-pondok kecil memuat dua orang tiap rumah.
Dalam buku karangan Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, istilah Rangkang merupakan madrasah setingkat Tsanawiyah, materi yang diajarkan yaitu bahasa Arab, ilmu bumi, sejarah, berhitung, dan akhlak. Rangkang juga diselenggarakan disetiap mukim.
Bidang pendidikan di kerajaan Aceh Darussalam benar-benar menjadi perhatian. Pada saat itu terdapat lembaga-lembaga negara yang bertugas dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan yaitu:
Balai Seutia Hukama, merupakan lembaga ilmu pengetahuan, tempat berkumpulnya para ulama, ahli pikir dan cendikiawan untuk membahas dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Balai Seutia Ulama, merupakan jawatan pendidikan yang bertugas mengurus masalah-masalah pendidikan dan pengajaran.
Balai Jama’ah Himpunan Ulama, merupakan kelompok studi tempat para ulama dan sarjana berkumpul untuk bertukar fikiran membahas persoalan pendidikan dan ilmu pendidikannya.
Aceh pada saat itu merupakan sumber ilmu pengetahuan dengan sarjana-sarjananya yang terkenal di dalam dan luar negeri. Sehingga banyak orang luar datang ke Aceh untuk menuntut ilmu, bahkan ibukota Aceh Darussalam berkembang menjadi kota Internasional dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
Kerajaan Aceh telah menjalin suatu hubungan persahabatan dengan kerajaan Islam terkemuka di Timur Tengah yaitu kerajaan Turki. Pada masa itu banyak pula ulama dan pujangga-pujangga dari berbagai negeri Islam yang datang ke Aceh. Para ulama dan pujangga ini mengajarkan ilmu agama Islam (Theologi Islam) dan berbagai ilmu pengetahuan serta menulis bermacam-macam kitab berisi ajaran agama. Karenanya pengajaran agama Islam di Aceh menjadi penting dan Aceh menjadi kerajaan Islam yang kuat di Nusantara. Diantara para ulama dan pujangga yang pernah datang ke kerajaan Aceh antara lain Muhammad Azhari yang mengajar ilmu Metafisika, Syekh Abdul Khair Ibn Syekh Hajar ahli dalam bidang pogmatic dan mistik, Muhammad Yamani ahli dalam bidang ilmu usul fiqh dan Syekh Muhammad Jailani Ibn Hasan yang mengajar logika.
Tokoh pendidikan agama Islam lainnya yang berada di kerajaan Aceh adalah Hamzah Fansuri. Ia merupakan seorang pujangga dan guru agama yang terkenal dengan ajaran tasawuf yang beraliran wujudiyah. Diantara karya-karya Hamzah Fansuri adalah Asrar Al-Aufin, Syarab Al-Asyikin, dan Zuiat Al-Nuwahidin. Sebagai seorang pujangga ia menghasilkan karya-karya, Syair si burung pungguk, syair perahu.
Ulama penting lainnnya adalah Syamsuddin As-Samathrani atau lebih dikenal dengan Syamsuddin Pasai. Ia adalah murid dari Hamzah Fansuri yang mengembangkan paham wujudiyah di Aceh. Kitab yang ditulis, Mir’atul al Qulub, Miratul Mukmin dan lainnya.
Ulama dan pujangga lain yang pernah datang ke kerajaan Aceh ialah Syekh Nuruddin Ar-Raniri. Ia menentang paham wujudiyah dan menulis banyak kitab mengenai agama Islam dalam bahasa Arab maupun Melayu klasik. Kitab yang terbesar dan tertinggi mutu dalam kesusastraan Melayu klasik dan berisi tentang sejarah kerajaan Aceh adalah kitab Bustanul Salatin.
Pada masa kejayaan  kerajaan Aceh, yaitu masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636) oleh Sultannya banyak didirikan masjid sebagai tempat beribadah umat Islam, salah satu masjid yang terkenal Masjid Baitul Rahman, yang juga dijadikan sebagai Perguruan Tinggi dan mempunyai 17 daars (fakultas).
Dengan melihat banyak para ulama dan pujangga yang datang ke Aceh, serta adanya Perguruan Tinggi, maka dapat dipastikan bahwa kerajaan Aceh menjadi pusat studi Islam. Karena faktor agama Islam merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Aceh pada periode berikutnya. Menurut B.J. Boland, bahwa seorang Aceh adalah seorang Islam.
2.      Kerajaan Islam di Maluku.
Islam masuk di Maluku dibawa oleh muballigh dari Jawa sejak zaman Sunan Giri dan dari Malaka. Raja Maluku yang pertama masuk Islam adalah Sultan Ternate bernama Marhum pada tahun 1465-1486 M, atas pengaruh Maulana Husain, saudagar dari Jawa. Raja Maluku yang terkenal di bidang pendidikan dan dakwah islam ialah Sultan Zainul Abidin, tahun 1486-1500 M. Dakwah Islam di Maluku menghadapi dua tantangan, yaitu yang datang dari orang-orang yang masih animis dan dari orang Portugis yang mengkristenkan penduduk Maluku. Sultan Sairun adalah tokoh yang paling keras melawan orang Portugis dan usaha Kristenisasi di Maluku ialah Fransiscus Zaverius tahun 1546 M. ia berhasil mengkhatolikkan sebagian dari penduduk Maluku.
Ketika bangsa Belanda yang beragama Kristen Protestan datang di Indonesia, mulai pula usaha memprotestankan penduduk Indonesia pada awal abad 17 M (tahun 1600 M)
Dua golongan Nasrani itu dapat bersatu di Indonesia, hanya untuk menghadapi Islam. Sedangkan di Eropa, pada zaman itu, terjadi peperangan hebat yang cukup lama antara Belanda melawan Portugis. Pemerintah Belanda berhasil memprotestankan rakyat Indonesia secara missal di daerah Batak, Manado, dan Ambon. Sedangkan Katholik berhasil di daerah Nusa Tenggara Timur yang mendapat pengaruh dari Portugis di Timor-Timur.[7]
3.      Kerajaan Islam di Kalimantan
Islam mulai masuk di Kalimantan pada abad ke 15 M dengan cara damai, dibawa oleh Muballigh dari Jawa. Sunan Bonang dan Sunan Giri masing-masing mempunyai santri-santri dari Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Perkembangan Islam mulai mantap setelah berdirinya kerajaan Islam di Bandar masih di bawah pimpinan Sultan Suriansyah tahun 1540 M bergelar Pangeran Samudera dan dibantu oleh Patih Masih.
Pada tahun 1710 diKalimantanterdapat seorang ulama besar bernama Syekh Arsyad Al-Banjari dari desa Kalampayan yang terkenal sebagai pendidik dan muballigh besar. Pengaruhnya meliputi seluruhKalimantan(Selatan, timur dan Barat)
Ia menulis kitab-kitab agama, diantaranya yang terkenal:
Sabilul Muhtadin (dipelajari dihampir seluruh Indonesia sampai yang palin barat, Aceh)
Syarah Fathul Jawad
Tuhfatur Raghibin (terkenal di Sumatera Utara dan Aceh)
Ushuluddin
Tasawuf
Al-Nikah
Al-Faraid.
Pada waktu kecil ia diasuh dan diangkat oleh Sultan Tahmilillah dan dikirim untuk belajar ke Makkah dan Madianh selama 30 tahun. Ia wafat pada zaman Sultan Sulaiman.
Sistem pengajian kitab agama di pesantren Kalimantan sama dengan system pengajian kitab di pondok pesantren di Jawa, terutama cara-cara menerjemahkannya kedalam bahasa daerah. Salah seorang tokoh Islam yang masuk di Kalimantan Barat ialah Syarif Abdurrahaman Al-Kadri dari Hadramaut pada tahun 1735 M dan menikah dengan putra Dayak yang akhirnya mewarisi kerajaan di Kalimantan Barat Pontianak.
Salah seorang pejuang Islam lain dari Kalimantan Selatan ialah Pangeran Antasari lahir pada tahun 1790 M-!862 M, cucu dari Pangeran Amir, putra Sultan Tahmidillah.[8]
4.      Kerajaan Islam di Sulawesi
Kerajaan yang mula-mula berdasarkan Islam adalah kerajaan Kembar Gowa Tallo tahun 1605 M. Rajanya bernama I. Malingkaang Daeng Manyonri yang kemudian berganti nama dengan Sultan Abdullah Awwalul Islam.
Pengaruh raja Gowa dan Tallo dalam Islam sangat besar terhadap raja-raja kecil lainnya. Diantara raja-raja itu sudah ada perjanjian yang berbunyi sebagai berikut: “Barangsiapa yang menemukan jalan yang lebih baik, maka ia berjanji akan memberitahukan kepada raja-raja yang menjadi sekutunya”. Jalan disini berarti jalan hidup atau agama.
Diantara ulama besar kelahiran Sulawesi sendiri ialah Syekh Maulana Yusuf yang belajar di Makkah pada tahun 1644 M. ia pulang keIndonesiadan menetap di Banten. Banyak santrinya datang dari Makasar, kemudian karena memberontak, dibuang oleh Belanda ke SriLanka dan wafat di Afrika Selatan. Jenazahnya dipulangkan ke Makasar dan dikubur disana. Ia mengarang kitab Tasawuf dalam Bahasa Arab, Bugis, Melayu dan Jawa.
Dari Sulawesi Selatan, agama Islam mengembang ke Sulawesi Tengah dan Utara. Islam masuk daerahManadopada zaman Sultan Hasanudin, ke daerah Bolaang Mangondow di Sulawesi Utara pada Tahun 1560 M, ke Gorontalo tahun 1612 M. buku-buku lama di Gorontalo di tulis dengan huruf Arab.
Agama Islam yang telah kuat di Sulawesi Selatan itu menjalar masuk ke Kepulauan Nusa Tenggara, yaitu ke Bima (Sumbawa) dan Lombok, agama Islam ini dibawa oleh pedagang-pedagang Bugis. Sumbawa dikuasai kerajaan Gowa pada tahun 1616 M.[9]
Read More

Thursday, October 25, 2012

Film Karya mahasiswa KPI UIN SUKA

Film Karya mahasiswa KPI UIN SUKA:

Silahkan dilihat ya???

Dengan anda melihat ini maka anda telah membantu karya anak bangsa..
salam super untuk semua!!!!
Read More

Thursday, October 18, 2012

Review Training ICT Pert. 2

Optimalisasi Internet

Internet adalah salah satu media yang paling populer saat ini dibanding media yang lainnya. Namun pada kenyataannya penggunaan internet tidak selalu bisa dioptimalkan alias biasa-biasa saja. Padahal internet bisa kita pergunakan dengan semaksimal mungkin, tidak hanya untuk sarana telekomunikasi namun juga bisa manfaatkan sebagai alat hiburan, mencari pendapatan tambahan (bisnis), dll. Selain itu internet juga sebenarnya punya banyak berbagai fasilitas uang dapat menunjang berbagai macam kegiatan sehari-hari kita. akan tetapi kebanyakaan orang hanya berpendapat jika internet hanya lat komunikasi belaka.

Salah satu fitur pada internet antara lain :
  • Email (surat menyurat)
  • Search Engine (alat pencari)
  • Website
  • Webblog
Read More

Review Training ICT Pert. 1

ICT (Information & Communication Technologi) Adalah suatu pelatihan yang diadakan oleh kampus http://www.uin-suka.ac.id/ untuk menunjang para mahasisiwa agar bisa menjadi mahasiswa yang tidak "gaptek".
Jika seorang mahasisiwa tidak melaksanakan training ini maka mereka akan kepayahan dalam proses Wisuda, karena sertifikat ICT digunakan sebagai salah satu syarat pendafataran Wisuda.

Dalam pertemuan pertama kali kami ditunjukkan tentang dasar sebuah komputer. Mulai dari Hardware, Software, dan Brainware. 
Hardware (perangkat keras)
Terbagi menjadi 4 bagian yaitu :
  • Processing unit. Ex : Prosessor.
  • Input Device. Ex : mouse, keyboard, scanner dll.
  • Output Device. Ex : monitor, printer, plotter dll.
  • Sorage Device. Ex : Hardisk, flashdisk, CDR dll.
Software (perangkat lunak)
  • Operating System. Ex : Windows, Linux dll.
  • Progam aplikasi. Ex : Microsoft Office dll.
Brainware (pengguna / user)
  • Administrator
  • Progam Analyst

Untuk lebih jelasnya silahkan dilihat di Kumpulan Data
Read More

Thursday, October 11, 2012

Pendapat Sir William Muir Tentang Al-Qur'an


> Review artikel  Sir William Muir

            Al-Quran adalah kitab suci bagi umat islam yang sangat luar biasa entah itu dari sisi cara pewahyuan, isi, dan cara penyebarannya. Al-Quran diturunkan melalui Malaikat Jibril dari Allah SWT kepada Nabi SAW melalui berbeda-beda cara dan bentuk penurunannya, mulai dari suara gemerincing lonceng, suara dentuman besi yang dipukul-pukul dan lain-lain. Akan tetapi yang menjadi banyak perdebatan adalah apakah Al-Quran yang ada sekarang ini ada masih asli ataupun otentik seperti yang ada pada zaman  Nabi Muhammad SAW ataupun tidak.
            Yang dapat saya simpulkan dari artikel  Sir William Muir adalah bahwasanya Al-Quran itu benar tentang keabsahan ataupun keotentikannya dalam hal penyusunan dan isinya,beliau menggunakan cara ilmiah untuk membuktikannya. Walaupun beliau adalah seorang orientalis dan penganut kristen yang teguh, beliau tetap percaya dan yakin akan kebenaran isi yang tetap terjaga dari zaman Nabi Muhammad SAW sampai sekarang.
             Al-Quran sejatinya sudah mulai ditulis sejak zaman Nabi Muhammad SAW oleh para sahabat-sahabat Beliau saat Beliau mulai mengajarkan Al-Quran, akan tetapi belum ada ide untuk melakukan pengumpulan dan pembukuan  Al-Quran itu sendiri. Bagian-bagian ayat  Al-Quran masih tersebar ditangan para sahabat-sahabat beliau. Khalifah Umar Bin Khattab adalah penggagas pembukuan  Al-Quran yang pertama kali, karena Beliau merasa khawatir akan keutuhan  Al-Quran dikarenakan para Hafidz  Al-Quran banyak yang gugur dalam medan peperangan.
            Hal-hal yang menguatkan bukti-bukti tentang kesahihan Al-Quran adalah diantaranya sebagai berikut :
1.      Bila berselisih kembali pada Nabi SAW
Pada zaman Nabi ketika ada suatu perselisihan tentang ayat-ayat Al-Quran maka mereka selalu kembali kepada Nabi dan menanyakan tentang yang mana yang benar-benar Al-Quran.
2.      Penghimpunan yang dilakukan oleh Ustman bin Affan
Ustman bin Affan memerintahkan  Zaid bin Thabit untuk melakukan penghimpunan Al-Quran yang dibantu oleh tiga orang lainnya. Selesai dihimpun, naskah-naskah Al-Quran ini lalu dikirimkan ke seluruh kota persekemakmuran.
3.      Mushaf Ustman bin Affan cermat dan lengkap
Pertimbangan-pertimbangan yang menunjukkan tentang keaslian Al-Quran adalah sebagai berikut :
Ø  Pengumpulan Al-Quran yang pertama kali masih dibawah pengawasan Khalifah Abu Bakar, jadi tidak perlu lagi diragukan tentang kebenaran yang ada karena kualitas Khalifah Abu Bakar sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
Ø  Pengumpulan tersebut selesai selama dua atau tiga tahun sesudah Nabi Muhammad SAW wafat, dengan begitu bisa disimpulkan jika masih dekat rentang waktunya maka ingatan yang ada pun masih sangat segar .
Ø  Bagian-bagian Qur’an yang tertulis, yang sudah ada sejak masa Nabi Muhammad masih hidup, dan yang sudah tentu jumlah naskahnyapun sudah banyak sebelum pengumpulan Al-Quran itu.

Pendapat Penulis

            Pendapat saya setelah membaca artikel yang dituliskan oleh Sir William Muir dalam The Life of Mohammad adalah bahwasanya keotentikan Al-Quran tidaklah perlu dipertanyakan lagi. Karena mengacu pada bukti-bukti yang telah ada. Bagaimana seorang yang nonmuslim saja bisa percaya tentang kebenarannya, mengapa kita yang muslim dan mengaku jika Al-Quran adalah kitab suci bagi kita tidak mempercayainya? Sungguh tidak masuk akal, dalam artikelnya telah dijabarkan dan diterangkan jika Al-Quran yang saat ini masihlah utuh dan asli seperti yang ada pada zaman Nabi Muhammad. Bukti yang ditunjukkan pun bukan bukti yang mengada-ada melainkan melaui serangkaiam proses penelitian, dan juga mengacu pada nilai-nilai sejarah yang ada.
            Selain itu, keotentikan Al-Quran bisa terjaga sampai sekarang adalah karena usaha yang dilakukan oleh Khalifah Ustman wajib kita apresiasi, coba bayangkan jika saja Al-Quran tidak dikumpulkan lantas dibukukan. Mungkin, saat ini kita hanya bisa mendengar sejarah akan kehebatan dan keagungan Wahyu Allah ini. Peran serta para shahabat yang lain pun tak kalah penting, mereka adalah pahlawan. Mereka berjuang mengumpulkan potongan-potongan Al-Quran yang tersebar dan berupaya menyatukannya, itu bukanlah hal yang mudah, butuh kejujuran dan rasa tanggung jawab yang besar untuk bisa melakukannya. Namun mereka melakukannya dengan sangat baik, tidak ada ayat satupun yang tertinggal. Ini mengisyaratktan bahwa apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar hingga Khalifah Ustman dan sahabat-sahabatnya adalah hasil yang luar biasa.
            Sebagai umat muslim yang taat, alangkah baiknya jika melakukan apa yang telah menjadi kewajiban kita bahwa kita harus membaca Al-Quran, karena membaca Alquran adalah ibadah. Apakah kita masih meragukan keaslian Al-Quran? Sedangkan orang yang non muslim saja mau mengakuinya. Apalagi Alla SWT telah menjamin tentang keaslian Al-Quran yang dari dulu hingga sekarang dan hingga suatu saat nanti. 
Read More

Wednesday, October 10, 2012

111 fakta unik tentang indonesia


1. “Kapan libur?” merupakan suatu pertanyaan yang sangat sering ditanyakan oleh orang Indonesia
2. anak-anak kecil di Indonesia lebih hafal lagu-lagu pop, rock, dan semacamnya daripada lagu-lagu wajib nasional Indonesia (bahkan lagu Indonesia Raya)
3. Ancol selalu ramai di hari Lebaran dan Tahun Baru
4. artis-artis Indonesia yang sudah kurang laku, mencoba peruntungan di dunia politik
5. bahasa gaul dan bahasa SMS adalah salah satu bahasa wajib di Jakarta
6. banyak orang yang tidak membeli karcis KRL Ekonomi, padahal harganya rata-rata hanya berkisar antara Rp1.500,00 – Rp2.500,00
7. banyak yang menuntut hak padahal mereka belum melakukan kewajiban
8. berbicara dengan bahasa daerah di tengah-tengah orang-orang yang tidak mengerti bahasa tersebut adalah suatu kepuasan batin
9. cinta ditolak? Dukun bertindak!
10. dangdut sangat digemari oleh masyarakat luas
11. di Indonesia, seseorang bisa jatuh pingsan ketika bertemu dengan idolanya
12. di Indonesia, setiap guru Bahasa Indonesia memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang Bahasa Indonesia, tidak ada yang sama. Jawaban mengenai satu soal EYD (misalnya) bisa menjadi sangat rumit dan beragam (berbeda-beda) bila ditanyakan oleh guru-guru Bahasa Indonesia dari Sabang sampai Merauke
13. di setiap pesantren, Kiyai tidak pernah salah
14. di setiap truk-truk pengangkut barang biasanya terdapat gambar-gambar lukisan wanita di bagian belakang
15. di universitas-universitas di Indonesia banyak remaja yang berminat belajar di Fakultas Hukum
16. diberhentikan oleh polisi lalu lintas berarti harus siap-siap merogoh kocek Anda
17. Dufan adalah tempat yang cocok untuk berbagai masalah asmara dan percintaan
18. film horor selalu menjadi suatu tontonan yang ramai ditonton
19. hampir 80% tayangan stasiun televisi swasta di Indonesia adalah sinetron-sinetron yang tidak mendidik
20. hampir semua orang menyukai masakan Padang
21. hampir tidak ada orang yang mengatakan “naik bus Transjakarta”, tapi orang-orang akan mengatakan, “naik Busway”
22. hukum di Indonesia sangat payah
23. iklan-iklan SMS registrasi sangat mewabah di Indonesia
24. Jakarta itu keras
25. Jakarta selalu banjir
26. Jakarta selalu macet
27. jalan-jalan berlubang di Jakarta dan sekitarnya rata-rata baru diperbaiki ketika akan ada pemilihan lurah, camat, walikota, atau gubernur
28. kata-kata yang sangat mudah diucapkan oleh orang Indonesia adalah kata “maaf” (tapi kemudian diulangi lagi)
29. kebiasaan orang Jakarta salah satunya adalah pergi mudik ketika mendekati Lebaran dan kemudian membawa sanak saudara lainnya dari kampung untuk ikut tinggal di Jakarta
30. kebutuhan paranormal di Indonesia tidak akan pernah habis
31. kebutuhan sex remaja semakin meningkat
32. kehidupan malam di Jakarta sangat “wow”
33. kejujuran adalah hal yang kurang populer di negeri ini
34. ketika perut kosong, orang-orang bisa menjadi anarkis, tapi akan menjadi kalem bila perut sudah terisi
35. korupsi adalah hal yang lazim di Indonesia
36. korupsi tidak selalu identik dengan uang
37. koruptor punya link yang sangat bagus sehingga tidak perlu khawatir akan tindakannya
38. KRL Ekonomi di Jakarta selalu penuh sesak di pagi hari
39. KRL terlambat bukan suatu masalah baru
40. liburan ke Bali berarti orang kaya
41. mayoritas mahasiswa hobi berdemo
42. maling ayam biasanya dihabisi dan dipukuli oleh masyarakat (paling parah dibakar)
43. masalah penipuan, pembajakan, dan pemalsuan, Indonesia ahlinya!
44. masalah-masalah di Indonesia tidak pernah selesai karena di Indonesia berlaku tiga macam sudut pandang, yaitu dari sisi teologi (agama), metafisik (supranatural), dan ilmiah, sedangkan negara-negara maju tidak lagi memandang suatu masalah dari sudut pandang metafisik dan teologi, hanya dari masalah ilmiah saja. Ketiga sudut pandang ini tidak akan pernah bisa menyatu, itulah salah satu alasan mengapa Indonesia tidak maju-maju
45. maskapai penerbangan Indonesia sangat berani terbang bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun
46. masyarakat muslim di Indonesia tidak pernah merayakan sholat Idul Fitri secara serempak karena masing-masing merasa paling pintar dan paling benar
47. mayoritas supir-supir angkutan umum di Jakarta adalah oran Batak dan orang Minang
48. menambahkan gelar “haji” setalah pergi ke Tanah Suci adalah suatu keharusan
49. mengemis adalah salah satu pekerjaan para perantau yang kurang berhasil di Jakarta
50. mengerjai junior ketika ospek merupakan suatu kesenangan dan kepuasan tersendiri bagi para senior
51. mengucapkan janji sangatlah mudah, tapi melaksanakannya?
52. menjadi rombongan kampanye suatu partai adalah salah satu hobi masyarakat Indonesia
53. merokok di tempat umum (bahkan dalam angkatan umum) adalah biasa dan terkesan tidak mengganggu sekitar
54. metode menyontek di kalangan pelajar semakin lama semakin berkembang dan canggih
55. musuh nomor satu angkutan umum adalah pengendara motor
56. musuh para pengendara mobil adalah segala angkatan umum ditambah pengendara motor
57. ngekost berarti bebas dari kekangan orang tua
58. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa lebih pintar dari orang lain
59. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa lebih religius dari orang lain
60. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa lebih tahu segalanya
61. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa yang paling benar
62. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu protes
63. orang Indonesia adalah orang-orang yang tidak bisa menerima kekalahan dengan lapang dada
64. orang Indonesia adalah orang-orang yang tidak takut mati
65. orang Indonesia adalah orang-orang yang unik yang masih ada di dunia ini
66. orang Indonesia gemar mencaci maki dengan kata-kata kotor, seperti: A****g! B**i! M****t! T*i! Dan kata-kata kotor lainnya yang berhubungan dengan alat vital manusia
67. orang Indonesia gemar menggunakan istilah asing dalam berbagai percakapan
68. orang Indonesia kadang lebih Inggris daripada orang Inggris sendiri
69. orang Indonesia sangat menyukai junk food
70.orang Indonesia bahkan lebih Arab daripada orang Arab itu sendiri
71. orang Indonesia selalu mengeluh, tapi tidak pernah mau bertindak
72. orang Indonesia selalu membuat hal sederhana menjadi hal yang rumit
73. orang Indonesia tidak pernah mau belajar dari kesalahan dan terus mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut
74. orang Indonesia tidak pernah mau mengerti dan menghargai orang lain
75. orang-orang cinta Jakarta sekalipun hidupnya tidak tenang di kota ini
76. orang-orang dulu mendukung SBY, tapi ketika jadi presiden, tidak sedikit orang yang menghinanya bahkan minta turun dari jabatannya, tapi yakinlah, ketika pemilu nanti orang-orang akan kembali memilih SBY
77. orang-orang Indonesia senang membuang kata-kata “jangan”, seperti JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN, menjadi buang sampah sembarangan, lalu, JANGAN MENYELAK, menjadi menyelak, JANGAN MENYONTEK, menjadi menyontek, dan sebagainya
78. orang-orang yang duduk di DPR tidak pernah merasa cukup dengan gaji yang diterimanya
79. orang-orang yang duduk di lembaga legislatif negara sangat gemar melakukan kegiatan studi banding di negara-negara lain
80. orang-orang yang sportif adalah kaum minoritas
81. pengendara motor selalu ada di barisan terdepan di lampu merah
82. pengendara motor selalu kabur ketika melakukan kesalahan
83. pengendara motor selalu lebih galak walaupun sebenarnya dia yang salah
84. pengendara motor selalu tergesa-gesa seperti dikejar setan
85. pengendara motor tidak pernah mau disalahkan
86. pengendara motor tidak pernah mau mengalah
87. pengendara motor tidak pernah taat aturan
88. PNS adalah salah satu pekerjaan yang diminati masyarakat Indonesia
89. prinsip “mangan ora mangan yang penting ngumpul” sangat berlaku di Jakarta
90. rasa kesukuan di Indonesia sangat kuat daripada rasa nasionalisme terhadap Indonesia sendiri
91. rata-rata orang Indonesia pelit (bukan hemat)
92. rata-rata orang Indonesia selalu meninggikan anak-anak IPA dan menganggap remeh anak-anak IPS (padahal mayoritas anak IPA ketika kuliah nantinya memilih IPS)
93. rata-rata wanita Indonesia sangat senang bila mempunyai pacar orang asing (bule)
94. reformasi sangat dijunjung tinggi di negeri ini
95. remaja wanita sangat menyukai film horor
96. salah satu pemikiran remaja-remaja Indonesia adalah, free sex? Why not? Yang penting save sex
97. salah satu prinsip orang yang punya kekuasaan atau memiliki peran yang penting dalam sautu hal adalah, “Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah? Kalau bisa diperlambat, kenapa harus dipercepat?”
98. semua restoran, rumah makan, dan warung makan pasti akan selalu ramai di saat waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan
99. seni dari naik KRL Ekonomi adalah ketika orang tersebut bisa duduk di atas atap gerbong kereta dengan nyaman
100. sepeda motor adalah kendaraan favorit masyarakat Jakarta
101. setelah ada kegiatan pemilihan kepala daerah, kegiatan selanjutnya adalah kerusuhan
102. setiap tahun Jakarta semakin padat
103. sistem birokrasi di Indonesia sangat sulit
104. sudah SMA berarti: baju seragam boleh keluar (tidak dimasukkan), rambut gondrong (bagi para lelaki), seragam ketat (bagi wanita)
105. tempat liburan orang Jakarta adalah: Mall, kota Bandung, Puncak, dan Bali
106. tidak ada kali yang bersih di Jakarta
107. tidak ada pulsa sangat membuat hati resah dan gelisah
108. tidak perlu pintar untuk jadi terkenal, yang penting tampang Anda sangat menarik
109. tidak tepat waktu adalah budaya yang semakin dilestarikan di negeri ini
110. uang berbicara (money talks)
111. uang melancarkan urusan Anda dalam berbagai kesulitan

Read More

Friday, September 28, 2012

50 Sifat & Mental Orang Sukses

Sukses bermula dari mental. Anda bisa saja miskin namun jika Anda yakin bahwa Anda bisa sukses, maka itulah yang akan Anda raih. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang terlahir kaya, namun tidak memiliki mental sukses, maka kelak ia pun bisa jatuh melarat.

Tak peduli apa pun yang menjadi profesi kerja Anda sekarang, apakah karyawan rendahan atau bos sekalipun, Anda bisa meraih sukses dengan mengembangkan 50 kebiasaan sukses ini. Namun, ingat juga bahwa ukuran kesuksesan bukanlah uang, melainkan mental puas itu sendiri.



1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.

2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.
3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.
4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.
5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.
6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.
7.Mereka jarang mengeluh.
8.Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.
9.Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.
10.Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, bukan luntang-lantung.
11.Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain.
12.Mereka memiliki ambisi atau semangat.
13.Tahu benar apa yang diinginkan.
14.Mereka inovatif dan bukan plagiat.
15.Mereka tidak menunda-nunda apa yang ada.
16.Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.
17.Mereka tidak menganggap diri sempurna sehingga sudi belajar dari orang lain.
18.Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan.
19.Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat.
20.Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera.
21.Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya.
22.Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta.
23.Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.
24.Mereka adalah komunikator yang handal.
25.Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.
26.Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu.
27.Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah.
28.Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.
29.Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya.
30.Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri.
31.Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga.
32.Mereka juga murah hati dan baik hati.
33.Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf.
34.Mereka mau beradaptasi dengan perubahan.
35.Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.
36.Mereka rajin.
37.Ulet
38.Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.
39.Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan.
40.Mereka tidak bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak.
41.Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka.
42.Mereka nyaman bekerja di tempat yang ada.
43.Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri.
44.Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua.
45.Mereka tahu bagaimana harus rileks, menikmati apa yang ada, dan mampu bersenang-senang dalam kecerobohan sekalipun.
46.Karir mereka bukanlah siapa mereka, itu hanyalah pekerjaan.
47.Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah.
48.Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.
49.Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani.
50.Mereka melakukan pada yang mereka katakan.

Asyhari Amri




Jadi, apakah ada beberapa kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari hidup Anda saat ini?! Jika ada, kembangkan itu, dan tambahkan peluang sukses Anda dengan melakukan yang lain. Ingat, sukses bukanlah milik orang yang tidak pernah gagal, melainkan milik orang yang tidak pernah menyerah!!

Read More